“Salah satu hal yang menjadi kebiasaan saya pada saat masih SD adalah melihat-lihat atlas, menggunakan ujung jari telunjuk saya untuk mencari satu persatu pulau-pulau kecil di seluruh Indonesia sambil membaca dan mengingat-ingat namanya.”

Kampung di Pulau Gag ©Edy Setyawan

Dalam perjalanan saya ke Raja Ampat, ada beberapa pulau yang saya kunjungi termasuk salah satunya adalah Pulau Gag. Waktu itu adalah tanggal 26 Oktober 2012, ketika saya menjejakkan kaki saya di Gag, pulau di bagian barat dari Kabupaten Raja Ampat. Hari yang sama dengan Hari Raya Idul Adha 1433 H. Tujuan saya ke Gag adalah memang untuk menunaikan sholat Id.

Bersama ketiga rekan saya (Mas Ismu, Mas Pur, dan Wahab), kami sudah bersiap-siap turun dari Kapal Putiraja untuk menuju satu kampung di Pulau Gag dengan menggunakan speedboat pagi itu sekitar jam 6.30 WIT. Saya begitu antusias untuk ke Gag. Ini adalah kesempatan untuk menginjak daratan kembali setelah 10 hari di tinggal di kapal dan terombang-ambing di laut. Pastinya saya dan rekan-rekan saya juga akan merayakan Hari Idul Adha bersama masyarakat Gag.

Darmaga di Pulau Gag ©Edy Setyawan

Turun di darmaga, kami langsung menuju masjid berwarna hijau-biru yang sudah terlihat dari jauh saat speedboat membawa kami mendekati kampung. Di masjid, jamaah masih sedikit. Sambil menunggu, saya mengamati jamaah yang sudah berada di masjid. Ternyata sudah banyak masyarakat pendatang di kampung di pulau ini. Tidak heran karena di pulau ini terdapat tambang nikel sehingga banyak masyarakat dari luar Papua yang datang untuk mencari nafkah.

Jam 07.40 WIT, sholat Id dimulai. Selesai sholat, khotib langsung berkhotbah. Hal yang unik khotbah ini adalah khotib berkhotbah di mimbar yang tertutup kain tipis, sehingga kami hanya samar-samar melihat bayangan khotib. Di akhir khotbah, setelah berdoa, khotib langsung menangis terisak-isak. Teman saya di Kaimana memang pernah mengatakan kalau khotib di sini (Kaimana) memang akan menangis setelah berkhotbah, bisa jadi karena beban mental atau karena begitu menghayati dalam menyampaikan khotbah.

Namun, satu hal bagi saya yang sangat berkesan dari kunjungan saya ke Gag adalah bahwa pulau ini termasuk salah satu banyak pulau yang paling saya ingat namanya pada saat saya masih Sekolah Dasar. Salah satu hal yang menjadi kebiasaan saya pada saat itu adalah melihat-lihat atlas, menggunakan ujung jari telunjuk saya untuk mencari satu persatu pulau-pulau kecil di seluruh Indonesia sambil membaca dan mengingat-ingat namanya. Dan salah satu pulau itu adalah Pulau Gag!

Advertisements