Bermain layang-layang dengan para penikmat layang-layang. Kurang lebih itulah arti Melayangan dengan Rare angon yang berasal dari bahasa Bali. Rare angon sendiri berarti anak gembala. Konon, kebiasaan bermain layang-layang dilakukan oleh anak-anak gembala di saat senggang sambil menjaga ternak.Bali

The festival
Puluhan layang-layang Bebean yang berbentuk seperti ikan tampak mengudara dengan latar belakang langit biru. Berbagai panji-panji tampak menghiasi sekitar lapangan yang menjadi ajang festival layang-layang di Sanur pada Agustus lalu.

Bagi masyarakat Bali, melayangan bukan hanya sekedar menaikkan layang-layang ke udara. Melayangan merupakan tradisi dan seni yang diturunkan dari leluhur, sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan layang-layang tradisional Bali. Jangan salah, layang-layang tradisional Bali yang dimaksud di sini bukanlah layang-layang berbentuk segi empat yang sering kita mainkan semasa kecil dulu. Layang-layang tradisional Bali rata-rata berukuran 5 meter. Bahkan ada layang-layang yang mencapai ukuran 12 meter. Membuat layang-layang dengan ukuran raksasa ini tentunya tidak mudah dan diperlukan keahlian dan ketrampilan untuk membuat layang-layang yang mudah diterbangkan dan stabil selama mengudara.

Satu per satu, layang-layang dengan hiasan kepala naga membumbung tinggi ke udara ditarik oleh 5-8 orang dewasa melalui seutas tali nilon berukuran sekitar 5 mm. Saat itu juga, ekor-ekor dari layang-layang yang panjangnya mencapai 100 m itu berkibar-kibar memamerkan warna-warni merah hitam dan putih di tengah-tengah birunya langit Bali. Itulah Layang-layang Janggan atau biasa disebut layang-layang naga. Salah satu jenis layang-layang tradisional Bali.

This slideshow requires JavaScript.

Layang-layang tradisional Bali biasanya memiliki bentuk yang bermacam-macam. Selain Janggan, ada dua jenis layang-layang lain yang biasa dilombakan, yaitu Bebean dan Pecukan. Bebean merupakan layang-layang berbentuk seperti ikan (Be dalam bahasa Bali), sedangkan Pecukan yang berbentuk melengkung (Pecuk dalam bahasa Bali) merupakan layang-layang yang memiliki bentuk paling sederhana namun paling sulit dikendalikan.

Pada musim angin sekitar Juli-Agustus, langit-langit di atas Bali sangat ramai dihiasi dengan layang-layang dari berbagai ukuran, bentuk, dan warna. Melayangan tidak mengenal waktu, dari pagi hingga malam, sepanjang angin masih cukup kencang untuk menerbangkan layang-layang. Tidak hanya oleh anak-anak, orang-orang dewasa pun turut bermain layang-layang.

Memang, tradisi bermain layang-layang tradisional saat ini sudah sangat berkembang hingga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Berbagai festival layang-layang baik di level lokal maupun internasional diselenggarakan dalam berbagai acara di pantai-pantai di Bali. Festival layang-layang biasanya diikuti oleh berbagai organisasi pemuda dan melibatkan ratusan layang-layang yang siap berkompetisi.

Kriteria penilaian dalam festival layang-layang biasanya berdasarkan pada bentuk, warna, gerakan selama di udara, hingga kemudahan untuk dikendalikan. Tidak jarang dalam setiap festival, ada layang-layang yang sulit dikendalikan hingga menyambar layang-layang yang lain. Sangat menarik dan patut untuk diikuti bukan?!

Advertisements