Boyolali Waduk Cengklik menjadi salah satu sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya. Pagi itu, seorang nelayan yang berdiri di atas rakit bambu terlihat sedang melemparkan jaringnya untuk menangkap ikan-ikan di waduk. Ikan nila menjadi ikan yang paling banyak ditangkap untuk memenuhi kebutuhan protein maupun untuk dijual. Waduk Cengklik terletak di dua desa, yaitu Ngargorejo dan Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Waduk ini dibuat pada zaman Belanda untuk irigasi sawah-sawah di sekitar waduk.

lkhkiutuyrokufroi87floyfkuyfjytfjyutfyffuf
A fisherman at Cengklik Reservoir (Waduk Cengklik) is throwing his net in early morning. Freshwater fish, like Nile Tilapia (Nila), becomes source of protein for villager around the reservoir. Cengklik reservoir is located at Ngargorejo and Sobokerto Village, Boyolali Regency, Central Java.

Masyarakat juga memanfaatkan udang-udang kecil yang hidup di waduk. Seorang bapak-bapak dengan menggunakan peralatan listriknya yang sederhana berusaha menyetrum udang-udang kecil di sekitar koloni Enceng Gondok. Udang yang teler karena tersengat listrik pun dengan mudahnya dikumpulkan dengan jaring/serokan.

dpoaspdoaposda
This man is using a hand-made electricity tool and net to catch shrimps just next to the colony of Enceng Gondok (Eicchornia crassipes). Cengklik reservoir is built during the Dutch colonialism for irrigration.

Waduk Cengklik juga dikenal sebagai salah satu tujuan wisatawan domestik, terutama dari kota-kota di sekitar Boyolali. Masyarakat di sekitar waduk sendiri juga seringkali iseng-iseng mengunjungi waduk, meskipun hanya untuk bermain-main air maupun sekedar nongkrong dengan teman-teman sebayanya.  

lkdlskajlkdjowifow
Some young people are standing at the edge of the reservoir, while some fishermen already started their morning for fishing on a small wooden boat. Nowadays, this reservoir becomes  tourism destination for domestic tourists around this area.

Untuk menangkap ikan, masyarakat nelayan kebanyakan menggunakan perahu kayu dan rakit dari bambu. Rakit ini digunakan ketika akan menjaring, karena cenderung lebih seimbang digunakan untuk berdiri dan melemparkan jaring dibandingkan menggunakan perahu dari kayu. Dengan menggunakan sebilah bambu, bapak ini siap melaju ke tengah waduk.

2
Using a long bamboo, the fisherman moves his bamboo raft. Ready for fishing!
Advertisements