Masih ingat dengan gambar yang terdapat di uang kertas lima ribuan Negara Republik Indonesia beberapa tahun silam? Pada satu sisinya, terdapat gambar tiga danau dan dilengkapi tulisan “Danau Kelimutu” yang menerangkan nama tiga danau tersebut. Danau Kelimutu merupakan kumpulan tiga danau yang terletak di Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tiwu Nuwamuri Koofai dan Tiwu Ata Polo di belakangnya.

Taman Nasional Kelimutu

Kelimutu sendiri sebenarnya adalah sebuah taman nasional yang ditetapkan pada 1997 berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 675/Kpts-II/97. Sebagai taman nasional, kawasan Kelimutu menyimpan beberapa keistimewaan seperti keanekaragaman flora dan fauna. Beberapa macam flora tersebut, seperti kayu mata (Albizia montana), kebu (Homalanthus giganteus), uwi rora (Ardisia humilis), longgo baja (Drypetes subcubica), toko keo (Cyrtandra sp.), kayu deo (Trema cannabina), dan kelo (Ficus villosa). Selain itu, beberapa jenis fauna yang bisa ditemukan di kawasan ini, antara lain: banteng (Bos javanicus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura), dan kancil (Tragulus javanicus javanicus).

Danau Tiga Warna

Selain flora dan fauna, keistimewaan lain dari Taman Nasional Kelimutu sudah pasti adalah ketiga danaunya yang terletak di ketinggian ±1.690 meter. Masyarakat lokal memberi ketiga danau tersebut nama yang berbeda, yaitu Tiwu Ata Bupu, Tiwu Nuwamuri Koofai, dan Tiwu Ata Polo. Danau Kelimutu menawarkan keunikan tersendiri, yaitu air di masing-masing danau tersebut memiliki warna yang berbeda-beda dan selalu berubah dari waktu ke waktu. Warna air yang berbeda dari ketiga danau ini disebabkan oleh kandungan mineral yang terdapat di dalamnya.

Pengamatan sejak tahun 1980, Danau Tiwu Apa Bupu memiliki perubahan warna dari hitam menjadi coklat. Danau Tiwu Nuwamuri Koofai memiliki warna yang berbeda-beda mulai dari biru, hijau tua, biru muda, dan hijau muda. Sementara, Danau Tiwu Ata Polo memiliki warna-warna coklat, hijau pupus, dan hijau tua.

Sepertinya memang sudah menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang seringkali mensakralkan suatu tempat karena keunikan ataupun keanehannya. Perubahan warna air danau yang tidak menentu dan tidak dapat diprediksi membuat masyarakat setempat mengkeramatkan danau ini. Konon, ketiga danau tersebut merupakan tempat kembalinya arwah-arwah orang yang sudah mati. Arwah tersebut akan pergi meninggalkan kampungnya dan tinggal di Kelimutu untuk selama-lamanya. Sang arwah akan menempati satu danau berdasarkan usia dan perbuatannya saat masih hidup.

Menuju Puncak KelimutuKelimutu

Perjalanan menuju Danau Kelimutu dapat dilalui dengan berjalan kaki dari pintu masuk Taman Nasional Kelimutu. Jalan menuju danau berupa jalan tanah dan batu cadas. Perjalanan tidak lah membosankan, karena di sepanjang jalan yang tidak cukup lebar ini dapat ditemui berbagai jenis pohon berdaun lebat dan menjulang tinggi, termasuk beberapa ekor monyet yang sedang bermain di dahan-dahan.

Setelah sekitar 30 menit berjalan, Tiwu Ata Polo menyambut dengan warna airnya yang berwarna hijau biru seperti warna kulit telur bebek. Danau ini bersebelahan dengan danau kedua, Tiwu Nuwamuri Koofai, yang hanya dibatasi oleh dinding batu. Saat itu, air dari kedua danau memiliki warna yang hampir sama. Jangan dibayangkan bila air dari danau ini dapat disentuh karena danau ini sebenarnya berbentuk kawah yang cukup dalam dengan air yang tergenang jauh di bawah.

Dari sini, danau Tiwu Ata Bupu-danau ketiga-tidak dapat dilihat. Ketiga danau baru dapat dilihat dari sebuah bukit yang lain. Danau ketiga terletak di belakang bukit tersebut. Jalan menuju puncak sudah cukup nyaman, karena di jalan ini sudah dibangun anak tangga yang dilengkapi dengan pegangan untuk istirahat dan demi keamanan. Sampai di atas bukit, sebuah altar sengaja dibangun untuk memudahkan pengunjung menikmati keindahan landskap Danau Kelimutu.

Ternyata Indonesia memiliki danau kawah yang menakjubkan ini. Satu destinasi wisata yang patut dikunjungi! Berani?

Advertisements