Apa yang Anda pikirkan atau bayangkan ketika mendengar kata “hiu”? Ganas? Darah? Serangan hiu kepada pada peselancar? Hiu memakan manusia? Itulah gambaran yang kita dapatkan dari film-film tentang keganasan hiu yang dulu sering kita lihat di televisi.

Sebenarnya tidak semua hiu berperilaku seperti itu. Hiu menyerang peselancar, karena hiu tersebut mengira bahwa peselancar itu adalah anjing laut yang menjadi mangsa mereka. Di balik itu, keberadaan hiu ternyata memiliki peran yang sangat penting di laut.

Hiu, si predator efektif

Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa hiu memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur dan menjaga keseimbangan kehidupan di laut. Sebagai predator utama, hiu memakan ikan-ikan karnivora yang ada di bawahnya dalam rantai makanan. Peran ini dijalankan oleh hiu untuk menjaga keseimbangan jumlah populasi di dalam suatu rantai makanan, terutama ikan-ikan karnivora berukuran besar, seperti tuna dan kerapu.

Studi juga menujukkan bahwa ekosistem terumbu karang yang terdapat hiu di dalamnya memiliki keanekaragaman spesies yang lebih tinggi dan jumlah populasi yang lebih banyak dibandingkan ekosistem yang tidak terdapat hiu.

IMG_0393

Bagaimana jika hiu sebagai predator puncak mengalami penurunan populasi atau bahkan tidak ada sama sekali pada ekosistem laut?

Ketiadaan atau menurunnya populasi hiu di dalam ekosistem akan berakibat pada naiknya populasi predator tersebut dan menurunkan ikan-ikan herbivora. Sedikitnya ikan herbivor menyebabkan makroalga menjadi semakin banyak dan karang tidak bisa berkompetisi. Ekosistem terumbu karang akan berubah menjadi ekosistem yang didominasi oleh alga dan menurunkan kesehatan ekosistem terumbu karang.

Ekosistem yang tidak sehat ini semakin lama akan kehilangan sumberdaya ikan. Ikan-ikan karnivor juga makin lama akan kehilangan mangsanya karena jumlah mereka (karnivora) yang semakin banyak dan memerlukan mangsa. Ikan-ikan karnivora inipun semakin lama akan semakin berkurang populasinya karena ketiadaan mangsa, yaitu ikan kecil ataupun ikan lain yang ada di bawahnya dalam rantai makanan.

Hiu sendiri merupakan predator yang efektif, yaitu hanya memakan ikan-ikan yang sakit, tua, dan lemah. Peran ini sangat penting mengingat ikan yang sakit akan menularkan penyakitnya. Keberadaan hiu yang memakan ikan sakit ini akan mencegah tersebarnya penyakit kepada ikan-ikan lain di dalam populasi.

Selain itu, hiu yang memakan ikan-ikan yang lemah ini juga secara tidak langsung membuat populasi ikan menjadi semakin kuat secara genetik, karena hanya ikan-ikan yang kuat saja yang ada di dalam ekosistem yang akan berkembang biak dan menghasilkan keturunan yang kuat-kuat juga.

Shark finning

Namun, bagaimana sebenarnya nasib ikan hiu sekarang ini? Setiap tahun, jutaan hiu dibantai untuk diambil siripnya untuk membuat sup sirip ikan hiu. Praktek pengambilan sirip hiu ini lebih dikenal dengan shark finning, yaitu pemotongan sirip hiu pada saat masih hidup maupun sudah mati, kemudian sisa badannya akan dibuang kembali ke laut. Daging hiu tidaklah berharga jika dibandingkan dengan siripnya yang harganya mencapai 1 – 1,5 juta per kilogram.

Penasaran dengan bagaimana proses shark finning dilakukan? Mari kita mengintip sebentar!

Mana yang memberikan manfaat yang lebih besar? Memanfaatkan hiu untuk diambil siripnya saja atau membiarkan hiu tetap hidup dan berkembang biak di ekosistem alaminya?

Advertisements