Tidak ada yang lebih indah dari menyelam selain fun dive!

Pagi itu, saya dan beberapa teman saya berencana untuk menyelam di Manta Sandy – salah satu dive site di dekat Pulau Arborek, Raja Ampat – untuk menyaksikan Manta Ray (Pari Manta), sang Raksasa. Sebenarnya ini bukan akan menjadi yang pertama bagi saya melihat manta secara langsung. Beberapa hari sebelumnya, pada saat menyelam, saya juga melihat seekor manta berukuran kecil, sekitar 1,5 meter, dalam kondisi terluka akibat bekas gigitan. Namun menyelam bersama Manta Rays di Manta Sandy membuat saya sangat penasaran dengan biota filter feeder ini.

Menurut Ronald, kawan saya yang memang orang asli Arborek, di perairan sekitar Arborek memang sering dijumpai pari manta. “Dulu saat saya masih kecil, banyak manta yang bermain di dermaga. Saya dan kawan-kawan juga sering bermain dan berenang bersama manta-manta itu,” ujar Ronald sambil menunjukkan darmaga pulau Arborek. “Jumlahnya bisa sampai puluhan ekor dan ukurannya juga besar-besar hingga 3-4 meter lebar bentangan kedua sayapnya,” tambahnya sambil membentangkan kedua lengannya. Di dunia ini, ada dua jenis manta, yaitu the Giant Manta (Manta birostris) dan the Reef Manta Ray (Manta alfredi).

Mendengar cerita Ronald, saya semakin penasaran. Akhirnya kami sampai di Manta Sandy. Kami pun turun dari boat dan bersiap-siap menyelam. Dalam penyelaman ini, Ronald menjadi dive leader sekaligus dive guide bagi kami. Bagi pari manta, Manta Sandy menjadi semacam cleaning station.  Manta-manta ini biasanya datang untuk membersihkan badannya dari parasit. “Di kedalaman 15 meter, teman-teman akan menemukan batu-batu kecil yang disusun memanjang yang sengaja dipasang sebagai batas aman bagi para penyelam yang ingin menyaksikan manta,” jelas Ronald dalam briefing singkat sebelum penyelaman. Selain itu, batas itu juga dipasang demi kenyamanan bagi si Manta sendiri yang sedang “bersantai” di cleaning station menikmati terapi dari ikan-ikan pembersih, seperti Wrasse dan Damselfish.

Kami memang hanya diperbolehkan menonton, memotret, atau mengambil video saja dan tidak diperbolehkan mengejar atau menyentuh si Manta. Menurut saya, aturan yang diterapkan di sini sangat bagus demi kenyamanan sang Manta, keamanan sang penyelam, dan demi kelangsungan kegiatan wisata di Manta Sandy ini.

Ok, let’s dive! Saya mengikuti Ronald menyusuri dataran pasir landai menuju cleaning station Manta. Dalam pikiran saya, saya bertanya kepada saya sendiri, “Sebesar apa sih manta di sini?”.  Tiba-tiba pasir di bawah badan saya menjadi gelap. Saya terkejut ketika menengok ke atas, seekor manta berukuran sekitar 3 meter lebarnya melintas di atas saya menuju terumbu karang di depan saya. Subhanallah! Rasa takjub menggelayuti pikiran saya akan biota yang sangat besar ini. Kesan pertama yang tidak akan saya lupakan!

Si Manta terus meluncur turun menuju seonggokan terumbu karang di antara pasir-pasir putih. Kami pun segera mengikuti hingga kami menemukan sususan batu yang digunakan sebagai “bangku penonton”. Kamera pun siap mengabadikan momen yang menakjubkan ini. Kami pun berbaris di belakang susunan batu. “Seperti nonton bioskop nih!” pikir saya.

Menyelam dan merasakan sensasi tarian Manta bisa kita temukan di tempat lain, selain di Raja Ampat. Di Pulau Sangalaki, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur pun, penyelam juga bisa menyaksikan langsung tarian si Manta raksasa. Nusa Penida di Bali pun menyuguhkan sensasi yang sama untuk menyelam bersama Manta.

Hampir satu jam kami menikmati tarian gemulai si Manta raksasa. Sudah saatnya untuk naik karena ternyata sudah banyak penyelam lain yang mengantri di atas. Lega rasanya akhirnya saya bisa menyaksikan secara langsung biota eksotis ini. Semoga bermanfaat!

English version:

Nothing more beautiful from diving, but fun diving!

That morning, I and my friends planned to dive at Manta Sandy – one of dive sites around Arborek Island, Raja Ampat – to see Manta Ray. That time wasn’t my first encounter to Manta Ray. Several days before I saw a manta, around 1.5 meter, with wound on its body. However, diving with Manta Rays at Manta Sandy had made me feel curious with the filter feeder.

According to Ronald, my friend who is originally from Arborek, Manta Rays are often found near to Arborek. “When I was a child, there were many manta rays playing around the jetty’s village. I and my friends played and swam with them very often all the days,” said Ronald while pointing to jetty of Arborek. “Their number can be twenties even thirties and they’re size up to 3-4 meter,” Ronald added. There are two species of manta ray; the Giant Manta (Manta birostris) and the Reef Manta Ray (Manta alfredi).

Heard Ronald’s story, I became more and more curious. Finally, we arrived at Manta Sandy. We went down from the boat and got prepared to dive. In that dive, Ronald became our dive leader as well as dive guide. Manta Sandy is a cleaning station for Mantas. They usually come to clean their body from parasites. “At 15 meter depth, you’ll find rock piles which built as safety line and area for divers,” Ronald added his pre-dive briefing. Those rock piles also built for Mantas’ convenience at cleaning station while they’re enjoying therapy from cleaner fishes, like Wrasse and Damselfish.

We were only allowed to watch, take pictures, or take videos, but were not allowed either to chase or touch the Mantas. In my opinion, the Code of Conduct which implemented there is very friendly both for Mantas and the divers.

Ok, let’s dive! I followed Ronald to go down along the slope to the Manta’s cleaning station. I was asking to myself, “How huge is the Manta?” Suddenly, sand in front of me became darker due to a shadow. I was surprised, when I was turning up my view, a 3 meter Manta passed above my head. I was amazed to see this huge marine biota. I won’t forget that first impression!

The manta went straight away to patch reef between white sandy areas in front of us. We followed it and we found the rock piles which used as our “seats”. “Wow, this is like watching a movie theater at the cinema!” I thought.

Feeling the sensation of diving with Manta also can be found in other places, beside Raja Ampat. In Sangalaki, Derawan Islands, East Kalimantan, divers are able to see the dancing of manta rays. Nusa Penida, Bali, serves the same sensation of diving with Mantas.

Anyhow, we spent almost an hour in enjoying the graceful dancing of the giants. I was happy to see them in the wild!

Advertisements