“….Tidak ada yang mengetahui secara pasti umur dari lukisan di dinding ini dan siapa yang membuatnya. Bisa jadi lukisan ini berasal dari zaman purba….”

Rock Art Gallery
Rock Art Gallery in Maimai Village

Melanjutkan cerita saya di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Sebelumnya, saya sempat berbagi cerita tentang keindahan bawah laut di Teluk Triton di sini. Namun, selain keindahan bawah lautnya yang tidak bisa disangkal lagi, Kaimana juga memiliki banyak tempat yang tidak kalah menarik. Salah satunya adalah lukisan kuno di dinding pulau-pulau kapur yang menjulang tinggi . Terletak di ketinggian sekitar 10 meter dari atas permukaan laut, lukisan ini kelihatannya hanya bisa dinikmati dari kapal saja, karena letaknya yang sulit dijangkau karena berada di dinding vertikal dengan air laut yang langsung berada di bawahnya.

Dari kota Kaimana, lokasi lukisan ini dapat ditempuh dalam waktu ± 1 jam menggunakan speedboat menuju ke arah Teluk Triton, tepatnya di selat Namatota setelah Kampung Maimai, Distrik Kaimana. Hampir sepanjang perjalanan menuju Teluk Triton, pemandangan yang ada di sebelah kiri saya adalah dinding kapur yang menjulang tinggi. Dinding-dinding ini tampaknya merupakan hasil dari kenaikan permukaan daratan yang sudah berlangsung berjuta-juta tahun lamanya.

Mendekati Teluk Triton, rekan saya (Bastian) mengarahkan speedboat yang kami tumpangi mendekati dinding kapur dengan lukisan yang saya ingin lihat. Benar saja! Dari jauh, lukisan-lukisan itu hanya tampak seperti guratan dan goresan berwarna merah kecoklatan yang tampak nyaru dengan guratan-guratan lain di dinding itu. Namun, setelah saya perhatikan baik-baik, baru tampak jelas lukisan-lukisan itu. Lukisan itu menggambarkan berbagai macam bentuk hewan seperti kadal atau cicak, ikan, telapak tangan, wajah manusia, alat masak, dan berbagai ojek lain yang tidak teridentifikasi dengan jelas.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti umur dari lukisan di dinding ini dan siapa yang membuatnya. Bisa jadi lukisan ini berasal dari zaman purba. Letaknya yang berada di ketinggian bisa jadi merupakan indikasi dari umurnya yang sudah sangat lama, mengingat terjadinya permukaan daratan Pulau Papua.

 

Advertisements