“Sejauh pengalaman saya menyelam di banyak tempat di Indonesia, terumbu karang di Teluk Triton termasuk yang terbaik dan unik. Luar biasa!”

A Secret Underwater Paradise in Triton Bay, Kaimana, West Papua, Indonesia

Akhir bulan Agustus lalu menjadi penyelaman saya yang pertama di Teluk Triton sejak kedatangan saya di kantor Conservation International Indonesia (CI) di Kaimana, Papua Barat. Kali ini saya bersama-sama dengan tim monitoring CI Kaimana melakukan eksplorasi di lokasi-lokasi yang belum pernah kami selami di daerah Teluk Triton dan sekitarnya.

Pagi itu, 26 Agustus 2012, saya bersama teman-teman CI Kaimana menaiki speed boat “Venu” menuju “Field Station CI dan Kantor Lapangan Bersama Pemda Kabupaten Kaimana” di Temin Toi. Dengan penuh antusias, saya menikmati perjalanan ini dan menyambut kesempatan untuk menyelam kembali setelah selama kurang lebih 8 bulan libur dari kegiatan menyelam. Apalagi teman-teman dari CI Kaimana terlebih dahulu mengompori saya bahwa terumbu karang di Kaimana memang terkenal dengan ikan-ikannya yang besar dan melimpah serta warna-warni karang lunak yang sangat indah.

Sesuai dengan rencana awal, sampai di Temin Toi, kami langsung bersiap-siap untuk melakukan penyelaman yang pertama di 2 lokasi di dekat Temin Toi di Bo’s Rainbow. Di penyelaman ini, kami langsung dihadapkan pada arus kencang. Daerah penyelaman di Kaimana memang terkenal dengan arusnya yang cukup kencang. Sementara, kondisi cuaca yang masih dipengaruhi oleh musim timur juga membuat perairan menjadi cukup keruh, selain pengaruh aliran sungai dari Teluk Triton. Di Bo’s Rainbow, kami menemukan padang karang lunak dari genus Sarchophyton dan Dendronephthya yang berwarna-warni.

Secara keseluruhan, kami melakukan 13 penyelaman selama 5 hari di beberapa lokasi, antara lain: Pulau Saruenus, Pintu Arus, P. Tiga, P. Babi, Chrismast Rock, P. Serui, Gobby Gully, Kolam Gurita, dan Bo’s Rainbow. Kebanyakan lokasi penyelaman ini berada di depan Teluk Triton dan di sekitar P. Aiduma.

Banyak sekali biota-biota laut dan hal-hal unik yang saya temukan di sini. Mulai dari hiu white tip yang sedang tidur, hiu Wobegong yang sedang bermalas-malasan, ikan kerapu berukuran hampir 2 meter, sepasang nudibranch yang sedang mabuk asmara, udang pembersih (cleaner shrimp), hingga ular laut yang dengan tenangnya meliuk-liuk di dekat kami yang sedang mengambil foto. Selain itu, saya juga menemukan simbiosis antara ikan goby dan udang dalam membangun sarang. Saya sendiri juga terpukau dengan ratusan ikan kakap dan naso yang bergerombol dan berenang mengelilingi terumbu. Ikan-ikan pun tidak merasa takut dengan kehadiran kami dan mereka terlihat begitu tenang ketika saya membidikkan kamera saya meskipun dengan jarak yang sangat dekat hingga kurang dari 1 meter.

Sejauh pengalaman saya menyelam di banyak tempat di Indonesia, terumbu karang di Teluk Triton termasuk yang terbaik dan unik. Luar biasa! Namun tidak banyak orang yang mengetahui keindahan ekosistem terumbu karang di Teluk Triton, sehingga pantas jika saya menyebut Teluk Triton sebagai surga bawah laut tersembunyi!

in English:

The end of last August ago become my first dive in Triton Bay since my arrival at Conservation International (CI) office in Kaimana, West Papua. Together with CI Kaimana Monitoring Team, we were exploring sites that we have never been diving there before in Triton Bay and surroundings.

26 August 2012 in the morning, our speedboat “Venu” took us to “CI Field Station and Joint Field Office – Local Government of Kaimana Regency” in Temin Toi. I was enjoying this trip and welcoming the chance enthusiastically to go back for diving after more than 8 months no diving activities. Beside, my colleagues told me that reefs in Kaimana are known for their big and abundant fishes as well as their colorful and gorgeous soft corals.

As scheduled before, just immediately after we arrived in Temin Toi, we got prepared to do first dive in two sites in Bo’s Rainbow. During the diving, we were facing with strong current almost all the time. Most of dive sites in Kaimana are known with their strong currents. Moreover, the weather condition, which was still influenced by east monsoon, made the sea water become quite turbid, so we had less visibility.

Overall, we dove in 13 dive sites within 5 days in several sites i.e. Saruenus Island, Pintu Arus, The Three Rocks, Babi Island, Christmas Rock, Flasher’s Beach (Serui Island), Goby Gully, Octopus’ Pool (Kolam Gurita), and Bo’s Rainbow. Most of the dive sites are located in the mouth of Triton Bay and adjacent to Aiduma Island.

I found many of unique and beautiful sea creatures when I was diving here like a sleeping white tip shark, a lazy Wobegong shark, a two meters length giant grouper, a romantic couple of nudibranches, cleaner shrimps, and a calm sea snake that were swimming nearby me when I was taking pictures. In addition, I found a mutual symbiosis of a goby and a shrimp which were developing their nest. I also thrilled and mesmerized with hundreds of snappers and rabbitfishes, which were schooling surrounding reefs. The fishes also didn’t feel afraid with our presence and they seemed very calm when I was pointing my camera within a very close distance, less than a meter.

As far as my diving experiences in many reefs in Indonesia, coral reef of Triton Bay is belonging to the best and unique ones. Amazing! It is no wonder; Triton Bay is an underwater paradise!

Advertisements