“Rasa geli menghinggapi kaki saya ketika udang-udang itu berjalan di kaki saya. Udang-udang itu langsung “beroperasi” menggunakan capit-capitnya di sela-sela kuku jari kaki saya, membersihkan kotoran yang ada di dalamnya.”

Akhir Agustus 2012, saya melakukan perjalanan ke daerah Teluk Triton, Kaimana, Papua Barat. Tujuan perjalanan kali ini sebenarnya mengeksplorasi lokasi-lokasi diving yang ada yang di Teluk Triton dan sekitarnya. Namun, bukan pengalaman pengalaman eksplorasi tersebut yang ingin saya tulis sekarang, melainkan tentang keberadaan udang merah di kampung Futa.

Iya, udang berwarna merah. Apa yang menarik dari udang ini? Selain warnanya yang merah menyala, udang ini juga merupakan hewan endemik alias hanya ditemukan di kampung Futa saja. Nama spesies udang ini sampai sekarang belum ada, masih dalam proses penamaan. Begitulah menurut salah seorang petugas dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kaimana dan masyakarat yang tinggal di sekitar Teluk Triton.

Udang Futa, sebut saja begitu, hidup di sebuah kolam kecil yang ukurannya tidak lebih dari 10×10 m2 di sebuah pulau kecil di kampung Futa. Air dari kolam ini merupakan air payau dan ketinggian air juga akan mengikuti pasang surut air laut.  Bisa dipastikan, kolam ini terhubung langsung dengan laut. Di kolam ini, jumlah udang itu tidak banyak. Hanya 20-30 ekor saja. Tidak ada yang memanfaatkan keberadaan udang unik ini, walaupun masyakarat setempat sudah mengetahui hal ini sejak lama. Lokasi ini masih sangat alami dan memang dibiarkan begitu saja.

Satu hal yang paling menarik dari udang Futa adalah ketika saya mencelupkan kedua kaki saya ke dalam kolam itu, beberapa ekor udang langsung mendatangi dan mengerumuni kaki saja. Dan apa yang terjadi? Rasa geli menghinggapi kaki saya ketika udang-udang itu berjalan di kaki saya. Udang-udang itu langsung “beroperasi” menggunakan capit-capitnya di sela-sela kuku jari kaki saya, membersihkan kotoran yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu, udang itu juga membersihkan dan menyiangi kulit-kulit mati yang ada di kaki saya. Begitulah, jadi semacam terapi gratis nih! Unik bukan?!

One more thing that very interesting from these shrimps is when I was putting my feet into the water; the shrimps came and overrun my feet.

In the late of August, I travelled to Triton Bay, Kaimana, West Papua. The purpose of my trip was to explore dive sites in Triton Bay and its adjacent areas.  This time, I don’t want to share my story about the exploration, but it’s about Futa Red Shrimps.

Yeah! It’s about red shrimps. What is interesting from them? In spite of having red color, these shrimps are also endemic species, which can only be found in Futa village. Until now, they don’t have their own scientific name. That is what I heard from an officer of Kaimana Department of Tourism and also from local people in Triton Bay.

Futa Shrimps, let’s call them with that name, live in a pool which is not more that 10×10 m2 on a small island in Futa village. The pool is directly connected to the sea. So, the present of its water is influenced from tide of sea water. Their number in that pool is not more than 30 shrimps. No one has utilized the presence of these shrimps, although local people have known this some years ago. This pool is still very pristine.

One more thing that very interesting from these shrimps is when I was putting my feet into the water; the shrimps came and overrun my feet. What was happening next? It was very tickled when those shrimps were walking on my feet and starting to bite and clean my toenails. It was like a therapy! It’s unique, isn’t?!

Advertisements