“…..Saya pikir, aktivitas masyarakat menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari pantai ini. Tamu-tamu yang berkunjung ke sini dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan segala aktivitasnya. Tidak hanya bersentuhan dengan alam, melainkan bersentuhan juga dengan kehidupan sosial masyarakat setempat…..”

Pulling net for a bucket of fish; not so much fish anyway
Pulling net for a bucket of fish; not so much fish anyway

Sea World Beach, salah satu pantai  di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Dari kota Maumere, pantai ini berjarak kurang lebih 30 menit dengan menggunakan motor atau mobil ke arah timur. Selama kurang lebih satu minggu, saya menghabiskan waktu setiap pagi dan sore hingga menjelang matahari tenggelam dengan mengamati setiap bentuk kehidupan dan aktivitas masyakarat di pantai ini. Apa yang saya temukan?

Sejauh pengamatan saya, ada banyak aktivitas yang terjadi di pantai ini, mulai dari masyarakat hingga wisatawan. Tidak lupa aktivitas hewan-hewan kecil di pasir pantai, seperti kelomang, kepiting (Hermit Crab), hingga bintang laut, yang merupakan objek yang sangat menarik di atas pasir pantai. Satu hal yang cukup membuat saya heran adalah wisatawan yang ada di pantai ini semuanya orang asing atau bule, kecuali saya dan rekan-rekan yang tujuan kami bukan untuk berlibur. Bisa jadi memang pantai ini sudah sangat terkenal di luar negeri. Sebenarnya apa yang menarik dari pantai ini?

Pasir pantai ini sebenarnya tidak terlalu putih, namun konturnya yang sangat landai membuatnya menjadi pantai yang sangat nyaman untuk beraktivitas, termasuk berenang. Air lautnya sangat jernih dan dingin. Jika mau snorkeling, garden eel dan satu spot ekosistem terumbu karang yang cukup luas juga bisa ditemukan di depan pantai. Menarik bukan? Selain itu, keindahan matahari tenggelam dengan semburat warnanya yang kuning, jingga, dan kemerahan juga menjadi sajian yang indah setiap sorenya. Satu lagi, suasana di pantai ini sangat tenang dan damai. Saya sendiri merasakan kenyamanan ini. Benar-benar tempat yang sangat cocok untuk bersantai dan melepas kepenatan.

Berbeda dengan resort-resort lain, Sea World Beach tidak menutup pantai dan membatasi aktivitas masyarakat yang ada di sekitarnya. Memang pantai ini sangat dekat dengan perkampungan, sehingga wajar jika banyak masyarakat yang beraktivitas lalu lalang melewati pantai setiap pagi dan sore. Apa yang mereka lakukan? Mereka mencari ranting dan kayu bakar dari hutan bakau yang dekat muara sungai dan tidak jauh dari pantai Sea World. Selain masyarakat juga mencari siput-siput di hutan bakau yang setelah terkumpul, siput-siput tersebut akan dijual. Kebanyakan dari mereka yang melakukan aktivitas-aktivitas itu adalah anak-anak.

Di pantai ini saya juga menjumpai masyarakat yang sedang menarik dan mengangkat jaring untuk mendapatkan ikan yang ada di depan pantai. Sore itu, mereka beramai-ramai menarik jaring yang sebelumnya telah dipasang pada pagi hari. Setelah mendapatkan ikan (walaupun tidak seberapa jumlahnya), jaring kembali dipasang untuk kemudian diambil besok paginya. Sangat menarik melihat masyarakat bergotong-royong menarik jaring untuk mendapatkan ikan! Selain itu, di pantai ini pula saya juga menjumpai ibu-ibu dengan kain khas Maumere yang menjual ikan, nelayan yang sedang memperbaiki jaringnya, dan juga masyarakat yang menjual cangkang kerang dan hiasan yang berasal dari hewan laut lainnya.

Saya pikir, aktivitas masyarakat menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari pantai ini. Tamu-tamu yang berkunjung ke sini dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan segala aktivitasnya. Tidak hanya bersentuhan dengan alam, melainkan bersentuhan juga dengan kehidupan sosial masyarakat setempat.

All pictures here are copyrighted to Edy Setyawan

Advertisements