Makan pinang memang sudah menjadi kebiasaan orang Papua dalam kehidupan sehari-harinya. Mungkin kalau di Jawa, kebiasaan mengunyah pinang mungkin hanya menjadi kebiasaan orang-orang tua. Itupun yang tinggal di kampung-kampung saja.

Pada september 2011, saya berkesempatan untuk mengunjungi Biak yang terletak di utara pulau utama Papua. Dalam perjalanan saya kali ini, saya menemukan hal yang berbeda terutama pada kebiasaan mengunyah pinang ini. Apakah itu? Di bandara Frans Kaisiepo di Biak, saya temui pengumuman berbunyi, “Dilarang meludah pinang sembarangan!” atau “Silakan meludah pinang di sini!”. Iya, ada tempat khusus untuk membuang ludah berwarna merah jingga bekas mengunyah pinang. Mungkin karena saking banyaknya orang yang mengunyah pinang. Dan pastinya, hal ini tidak bisa kita temukan di daerah lain di Indonesia (sejauh pengalaman saya selama ini di Indonesia).

Kesempatan untuk mengunyah pinang datang ketika saya berkunjung ke Pulau Mbromsi. Saat itu sedang ada pasar murah untuk penggalangan dana. Di suatu sudut pasar itu, ada seorang anak kecil yang menjual paket pinang. Paket pinang yang saya maksud ini adalah buah pinang, batang sirih, dan bubuk kapur. Dengan dua ribu rupiah saja, saya sudah bisa membeli paket itu. Saatnya mencoba! Saya sendiri memang belum pernah mengunyah pinang. Dulu sewaktu kecil, saya hanya melihat nenek saya mengunyah pinang. Tapi saya tidak berani mencoba.hehe

Buah pinang dan sirih ©Edy Setyawan

Bagaimana caranya? Pertama kita kunyah dahulu buah pinang. Sambil mengunyah, kita masukkan sedikit demi sedikit batang sirih yang sudah kita cocolkan dengan bubuk kapur. Tapi, bagi saya susah sekali untuk mengunyah buah pinang, karena buah ini cukup keras, sehingga cukup untuk membuat rahang saya capek mengunyah. Selama mengunyah, di dalam mulut akan banyak terdapat air ludah, sehingga harus sering dikeluarkan ludahnya. Setelah cukup lama bekerja keras mengunyah pinang, air ludah saya berwarna merah jingga. Ini tandanya, saya berhasil mengunyah pinang. Mantab!

Mengapa kebanyakan orang Papua suka mengunyah buah pinang? Menurut masyarakat setempat, selain menguatkan gigi dan rahang, mengunyah buah pinang juga bisa meningkatkan vitalitas. Ternyata…baru tau saya untuk manfaat yang kedua itu. Tapi bagi orang yang pertama kali mengunyah pinang, biasanya orang itu akan merasa pusing-pusing. Tapi alhamdulillah saya tidak merasakan pusing sama sekali. Hanya merasa sangat capek di rahang karena mengunyah pinang yang cukup alot.hehe

Advertisements